Site icon Faster The Movie

Sinopsis dan Review Film Sang Pemimpi

Film sang pemimpi

Film sang pemimpi

Fasterthemovie.comFilm sang pemimpi merupakan film drama yang di adaptasi dari novel berjudul sama, karya Andrea Hirata. Garapan dari sutradara Riri Riza bersama produser Mira Lesmana ini di ambil di berbagai daerah, mulai dari Bangka Belitung, Manggar, Tanjung Pandan, Jakarta dan Bogor. Film ini tayang pada tanggal 17 Desember 2009 di Bioskop Indonesia. Selain itu, juga di jadikan sebagai pembuka dalam acara Jakarta Internasional Film Festival pada 4 Desember 2009. Sebelum menontonnya, yuk simak sinopsis dan reviewnya di bawah ini.

Gambar by duniaku.idntimes.com

Sinopsis

Film ini menceritakan tentang seorang guru yang menjadi inspirasi Ikal, Arai dan Jimbron, yakni Balia. Ia berhasil membuat mereka mengetahui luasnya ilmu pengetahuan yang ada pada kehidupan. Ia juga membuat mereka semangat. Tetapi secara bersamaan, mereka harus di hadapkan dengan Pak Mustar yang berbeda cara mendidik dengan Balia, yakni menerapkan hukuman.

Masalah yang mereka hadapi tidak hanya sekolah dan bertahan hidup, tetapi juga soal cinta yang tidak bisa di hindari dari kehidupan para remaja. Arai mencintai Zakiah Nurmala yang menjadikannya seorang penyanyi dan belajar dengan bang zaitun, seorang pemusik Melayu keliling. Kemudian, Jimbron jatuh hati dengan Laksmi, perempuan yang tidak pernah tersenyum sejak orang tuanya meninggal dan bekerja di pabrik cincau. Sedangkan, Ikal menyukai gambar wanita cantik dari sebuah film Indonesia yang ada di bioskop.

Gambar by jagoanmovies.blogspot.com

Tetapi, Ikal mulai bingung dengan kehidupan dan masa depannya yang membuatnya patah semangat dan melupakan impiannya untuk melanjutkan pendidikannya ke Eropa bersama Arai. Ikal yang dulu bersemangat sekolah, menjadi tidak tau arah dan membuat kecewa ayahnya yang selalu bangga dari kecil. Dengan rasa bersalah kepada Ayahnya, membuatnya bangkit dan mimpi-mimpi yang tertunda mereka lanjutkan kembali. Satu persatu kesulitan berhasil di lewati untuk mencapai mimpi. Harapan, cita-cita, cinta dan tabungan dari ketiganya dapat membuat bertahan hidup untuk mendapatkan gelar sarjana. Setelah itu, Arai menghilang dan Ikal mengejar mimpi seorang diri. Lalu, apakah Ikal sanggup tanpa adanya Arai? Bagaimana nasib Ikal selanjutnya?

Gambar by duniaku.idntimes.com

Review

Film Sang Pemimpi di sutradari oleh Riri Riza bersama dengan produser Mira Lesmana dan Salman Aristo. Film yang berdurasi 122 menit ini juga di perankan oleh Lukman Sardi sebagai Ikal Dewasa. Sedangkan, Ikal kecil di perankan oleh Vikri Setiawan. Selain itu, Ariel Noah berperan menjadi Arai Dewasa. Serta, Arai Kecil di bintangi oleh Sandy Pranatha. Kemudian, Azwir Fitrianto sebagai Jimbron, Mathias Muchus sebagai Ayah Ikal, Rieke Diah Pitaloka sebagai Ibu Ikal, Nugie sebagai Pak Balia, Landung Simatupang sebagai Pak Mustar, Maudy Ayunda sebagai Zakiah Nurmala, Yayu Unru sebagai Bang Rokib, dan Jay Wijayanto sebagai Bang Zaitun.

Menariknya dari film ini, yakni menceritakan tentang persahabatan, setia kawan dan juga arti penting pendidikan. Perjalanan Ikal, Arai dan Jimbron sangatlah mengharukan. Ketiganya harus hidup mandiri dan terpisah dengan orang tua. Apalagi kondisi ekonominya sangat minim, tetapi semangat ketiganya untuk mencapai memiliki cita-cita sangat tinggi. Kemudian, sifat pantang menyerah dan semangat telah mengalahkan ketidakmungkinan selama mau berusaha dengan maksimal. Persahabatan yang mereka bangun juga tidak kalah penting untuk mencapai impian.

Demikian sinopsis dan review film sang pemimpi yang dapat di jelaskan dalam artikel ini. Jangan lupa menonton, ya.

Exit mobile version